Pertandingan Kutim vs Kukar Batal Karena Tidak Ada Nakes, PSSI Kaltim Tegur PB Porprov

A-News.id, Teluk Bayur – Pertandingan antara kesebelasan Kutim melawan Kukar pada pekan olahraga provinsi (porprov) ke-7 Kaltim terpaksa harus gagal percuma karena nihilnya tenaga kesehatan yang berjaga di lapangan.

Pertandingan yang seharusnya dimulai pada, Kamis (1/12/2022) malam hari pukul 19.00 Wita di stadion olympik mini Teluk Bayur itu menjadi catatan buruk untuk Kabupaten Berau sebagai tuan rumah pada perhelatan olahraga 4 tahunan tersebut.

Waketum PSSI Kaltim Safruddin Duntu mengatakan, semestinya dalam teknis pertandingan sepak bola hal yang perlu diperhatikan adalah adanya petugas keamanan dan medis yang berjaga. Karena tim medis tidak ada. Kemudian dari hasil kesepakatan pertandingan kali ini terpaksa ditiadakan.

“Kukar tetap juara grub, tapi karena syarat tim medis yang tidak ada maka mau tidak mau pertandingan kita tiadakan,” katanya.

“Kalau terjadi sesuatu siapa yang mau bertanggung jawab?,” tambahnya.

Dirinya sangat menyayangkan ketidak hadiran tim medis tersebut. Ia menegaskan ini perlu menjadi bahan evaluasi panitia penyelenggara. Karena menurutnya apapun persoalan semestinya ada perwakilan medis yang harus hadir.

“Baru kejadian kali ini, ini jadi bahan pelajaran semua pihak karena inilah sepak bola, aturan mainnya begitu. Ini petugas keamanannya oke, tim medisnya yang tidak oke,” tutur Safruddin.

“Kita mengapresiasi pengamanan dari Polres Berau yang sangat baik dan profesional tapi kecewa dengan pihak medis dan panitia porprov Berau,” tutupnya.

Diperoleh infomasi dari Sekretaris Pelaksana Cabor Sepak Bola, Sony mengatakan, kronologis ketidak hadirannya tim medis dalam pertandingan sepak bola Kutim melawan Kukar disebabkan perseteruan perorangan. Bahwasanya dari pihak Kutim melontarkan kata-kata kasar kepada tim medis yang bertugas.

Tapi nasi sudah menjadi bubur, tidak adanya tim medis yang seharusnya jadi salah satu syarat terselenggaranya pertandingan olahraga namun tidak terpenuhi. Kejadian ini membuat dirinya mempertanyakan koordinasi penyelenggara khususnya kepada pihak panitia besar porprov.

“Artinya mungkin saling koordinasilah antara panitia besar dengan perangkat di lapangan, siapa yang ditugaskan dan sebagainya, jadi manakala terjadi kejadian seperti ini bisa diantisipasi,” katanya. (mik)

Bagikan