Peduli UMKM, PT Berau Coal Salurkan 15 Booth untuk PKL Taman Steenkolen

A-News.id, Teluk Bayur – PT Berau Coal, terus mendukung peningkatan ekonomi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Berau. Kali ini, program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) menyasar pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Taman Steenkolen Teluk Bayur, dengan memberikan bantuan 15 booth atau rombong untuk berjualan, Kamis (3/11).
Penerima Booth UMKM Berau Ciptausaha, Mariani mengucapkan terima kasih kepada PT Berau Coal atas bantuan yang diberikan kepada PKL. Dukungan tersebut, dinilai mampu mendompleng nilai pemasaran mereka.
“Tak hanya saya, tetapi sejumlah pedagang yang mendapatkan booth merasa terbantu,” ucapnya.

Tak hanya itu, lokasi berjualan kini terlihat bersih, tertata dan higienis menjadi nilai positif masyarakat yang akan menjajaki kuliner di sekitar Taman Steenkolen.
Ia menginginkan, ada bantuan-bantuan berikutnya dari PT Berau Coal yang dapat meningkatkan perekonomian para pelaku UMKM di Kecamatan Teluk Bayur.
“Kita berharapnya, hal ini bisa terus berkelanjutan dan berkesinambungan. Tidak berhenti sampai di sini saja,” katanya.

Camat Teluk Bayur Endang Eriani mengatakan, sangat berterimakasih atas perhatian PT Berau Coal kepada pelaku UMKM di Kecamatan Gunung Tabur. Terutama bagi PKL di sekitar Taman Steenkolen. Tidak hanya sebatas meningkatkan perekonomian. Bantuan tersebut, memacu semangat PKL untuk giat berjualan untuk menyajikan berbagai macam dan jenis kuliner yang bersantai di area taman.

Langkah ini juga, sebagai persiapan menyambut Kabupaten Berau sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kaltim. Sehingga, para PKL dapat memamerkan produk-produk lokal untuk menarik minat belanja para kontingen yang akan bertanding di salah satu venue di Kecamatan Teluk Bayur.
“Sebelumnya, mereka berjualan hanya Senin dan Kamis,” bebernya.

Bahkan, ungkap Endang, jumlah bantuan booth bisa saja akan ditambah. Dengan catatan, para PKL harus menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan usaha kuliner di kawasan tersebut.

“Dinilai dulu. Jika betul-betul menekuni usaha ini, akan ditambah lagi. Karena PT Berau Coal memiliki komitmen meningkatkan ekonomi para PKL,” imbuhnya.
Wakil Bupati Berau, Gamalis juga mengatakan hal serupa. Ia berikhtiar, bantuan booth dari PT Berau Coal dapat mengubah tatanan bagi para PKL di sekitar Taman Steenkolen jauh lebih baik lagi. Apalagi, lokasi mereka berjualan merupakan kawasan wisata.

“Terima kasih PT Berau Coal telah membantu pemerintah dalam menata kawasan wisata,” ucapnya.

Dia berpesan, bantuan yang telah diberikan PT Berau Coal dalam menopang perekonomian pelaku usaha kuliner, dapat dijaga dan dirawat.
“Pergunakan fasilitas yang telah diberikan dengan baik,” pesannya.

Community Base Development Manager PT Berau Coal, Hikmawati menuturkan, dukungan Booth UMKM Berau Ciptausaha ini, berawal dari upaya PT Berau Coal mendorong para pelaku usaha berdaya saing dan mandiri secara ekonomi. Setelah beberapa lokasi direalisasikan melalui program PPM PT Berau Coal, kini giliran PKL di sekitar kawasan wisata Taman Steenkolen Teluk Bayur.

“PT Berau Coal berkontribusi memberikan 15 buah booth yang akan digunakan oleh pelaku usaha di sana,” ucapnya.
Gagasan ini muncul setelah dirinya melihat aktivitas jualan di sekira kawasan wisata Taman Steenkolen yang hanya menggunakan tenda terpal, tetapi dilihat dari jajanannya sangat unik. Melalui adanya tatanan booth UMKM yang rapi, seragam, dan higienis, tentu akan menjadi ciri khas tersendiri.

Selain mendorong geliat peningkatan ekonomi, juga mendukung pengembangan promosi wisata budaya dan sejarah di Teluk Bayur

“Kekayaan akan sejarah di Teluk Bayur merupakan potensi pariwisata yang besar dan dapat menjadi peluang kemajuan ekonomi bagi Kabupaten Berau. Tentu, kami turut bangga dan mendukung upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan Wisata Kota Tua Teluk Bayur. Salah satu upaya tersebut, terwujud melalui dukungan booth UMKM yang kami beri nama Berau Ciptausaha,” ungkapnya.

“Kita juga harus memberikan rasa percaya kepada konsumen. Salah satunya, jualan yang higienis. Dari hasil diskusi bersama kawan-kawan UMKM dan pemerintah kecamatan mengusulkan, akhirnya kami wujudkan,” terangnya. (*/JUN)

Bagikan