DPRD Dukung Pengembangan Wisata Sejarah di Berau

A-News.id, Teluk Bayur – Pengembangan wisata sejarah di Kota Tua Teluk Bayur mendapat dukungan dari wakil rakyat, Senin (21/11/2022).

Wakil Ketua I DPRD Berau Syadiah mengapresiasi trobosan yang dilakukan oleh kelompok sadar wisata bersama dengan Dinas Pariwisata dalam hal pelestarian nilai budaya dan sejarah di Kecamatan Teluk Bayur.

Sebagai daerah dengan basic pariwisata yang cukup beragam tentu saja menurutnya, pergelaran event-event pengenalan wisata diantaranya situs bersejarah perlu diperhatikan dan digelar secara rutin setiap tahunnya dengan konsep yang lebih menarik.

Karena selama ini, menurut politisi Partai Golkar itu, kebanyakan wisatawan yang berkunjung ke Berau hanya singgah untuk menikmati wisata pantai dan alam tanpa mengetahui, jika Bumi Batiwakkal juga menyimpan kawasan wisata sejarah zaman kolonial. Dengan diresmikannya “Paras Kota Tua Teluk Bayur” itulah merupakan salah satu kesempatan untuk membuka mata wisatawan mengetahui jika Berau mempunyai wisata yang sangat beragam.

“Ini (Teluk Bayur) adalah sebuah kota tua yang mempunyai nilai wisata, nilai sejarah jadi harus wajib dilestarikan tentunya semua stakeholder harus bersama masyarakat mengemas promosinya agar lebih bagus lagi,” jelasnya.

Lanjut Sari, event Paras Kota Tua Teluk Bayur harus diupayakan masuk ke dalam calender of event Kabupaten Berau dengan penetapan tanggal tertentu. Tujuannya, agar pelaksanaannya bisa lebih terjadwal dan wisatawan jauh-jauh hari sudah bisa mempersiapkan diri untuk datang berkunjung disamping menikmati wisata alam yang ada di Kabupaten Berau.

Tentu saja, agar pelaksanaannya bisa sukses pemerintah perlu ikut serta memberikan support berupa anggaran dan pembenahan-pembenahan apabila di kawasan wisata Teluk Bayur terdapat kekurangan seperti halnya fasilitas umum dan lain sebagainya.

“Kalau kita memang sudah mencanangkan sebagai kabupaten atau kota pariwisata kita juga harus banyak mengadakan event-event yang bagus dan layak ditonton,” katanya.

“Fasilitas umum yang kurang itu ditambah seperti permintaan dari pihak kelurahan dan kecamatan,” tambahnya.

Terakhir, ia berpesan agar warga lokal bisa dilatih untuk menjadi pemandu wisata bagi para pelancong. Menurutnya itu sangat penting dalam memberdayakan sumber daya manusia sebagai garda terdepan dalam mengedukasi terkait sejarah peninggalan Belanda di Teluk Bayur maupun membantu dan mensukseskan event yang digelar nantinya.

Sebelumnya, Bupati Berau Sri Juniarsih melaunching gagasan “Paras Kota Tua” oleh kelompok sadar wisata di Alun-Alun Lapangan Stenkolen, Teluk Bayur dengan pemukulan gong yang disaksikan berbagai tamu undangan beserta tokoh masyarakat setempat.

Gagasan itu dimaksudkan memberikan gambaran secara umum sejarah pada masa kolonial Belanda yang ada di Teluk Bayur. (mik)

Bagikan