TANJUNG REDEB – Lonjakan kunjungan wisatawan ke kawasan pesisir selatan Kabupaten Berau, khususnya menuju Biduk-Biduk, dinilai menjadi peluang emas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menegaskan pentingnya pemanfaatan momentum tersebut secara maksimal, terutama oleh masyarakat di wilayah Talisayan.
Menurut Gideon, arus wisatawan yang terus meningkat setiap tahun, baik saat libur Lebaran, tahun baru, maupun musim liburan lainnya, harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan warga.
“Ini peluang yang sangat besar. Wisatawan itu pasti lewat, pasti singgah. Tinggal bagaimana masyarakat bisa memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan ekonomi mereka,” ujar Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris saat diwawancara, Selasa (31/3/2026).
Ia menyebut, selama ini Talisayan memang dikenal sebagai titik transit bagi para wisatawan. Namun, kondisi tersebut seharusnya tidak membuat kawasan itu hanya menjadi tempat singgah semata, melainkan bisa berkembang menjadi destinasi pendukung yang memiliki daya tarik tersendiri.
“Kalau hanya jadi tempat istirahat, tentu manfaatnya terbatas. Tapi kalau dikelola dengan baik, mulai dari kuliner, UMKM, hingga penginapan, ini bisa jadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Gideon menekankan pentingnya peran kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dalam menggerakkan potensi yang ada. Ia mendorong agar kelompok-kelompok masyarakat tersebut lebih aktif dalam menata dan mempromosikan destinasi lokal di Talisayan.
“Pokdarwis harus bisa melihat peluang ini. Bagaimana caranya wisatawan yang lewat tidak langsung ke Biduk-Biduk, tapi tertarik mampir dan menikmati potensi wisata di Talisayan terlebih dahulu,” ungkapnya.
Menurutnya, pengembangan destinasi lokal tidak harus menunggu program besar dari pemerintah. Justru, inisiatif dari masyarakat menjadi kunci utama agar program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kalau ide itu datang dari masyarakat sendiri, tentu lebih tepat sasaran. Nanti bisa kita sinergikan dengan pemerintah dan DPRD untuk pengembangannya,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pengembangan ekonomi berbasis wisata tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga kualitas pelayanan. Konsistensi jam operasional, kebersihan, serta keramahan menjadi faktor penting dalam menarik minat wisatawan.
“Kalau pelayanannya baik, orang pasti mau singgah lagi. Itu yang harus dijaga,” ujarnya.
Gideon berharap, ke depan Talisayan tidak hanya dikenal sebagai jalur lintasan menuju pesisir, tetapi mampu berkembang sebagai kawasan yang memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata Berau sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Momentum ini sudah pasti ada setiap tahun. Tinggal bagaimana kita semua, khususnya masyarakat, bisa menangkap peluang itu dengan baik,” pungkasnya. (Ta)













