TOLAK OMNIBUS LAW, BURUH DAN MAHASISWA GERUDUK ISTANA HARI INI

ANEWS, Jakarta – Tak pelak lagi Sejumlah organisasi buruh dan mahasiswa akan menggelar aksi demonstrasi menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja, di depan Istana Negara, Jakarta, hari ini, Kamis (8/10)

Aksi turun ke jalan ini menjadi rangkaian dari mogok nasional yang dilakukan kelompok buruh selama tiga hari sejak Selasa (6/10) di beberapa daerah.

“Iya (akan aksi) di Istana,” ujar Ketua Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Nining Elitos kepada wartawan saat dikonfirmasi, Rabu (7/10) malam.

Nining menyebut aksi unjuk rasa dan mogok yang dilakukan buruh adalah hak dasar setiap warga. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah dan DPR yang ugal-ugalan melahirkan regulasi merugikan masyarakat.

Lihat juga:

Menteri LHK: Omnibus Law Permudah Cabut Izin Usaha

Sekretaris Jenderal KASBI, Sunarno memperkirakan sekitar 20 ribu orang berasal dari aliansi buruh, mahasiswa, dan masyarakat sipil yang akan mendatangi Istana Negada hari ini.

Sunarno menyebut massa akan mendesak Presiden Joko Widodo mencabut pengesahan UU Omnibus Law dan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

“Perkiraan dari buruh temen-temen mahasiswa dan organ gerakan lain, sekitar 20 ribu,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menyatakan kelompok buruh yang berada di bawah benderanya tak ikut ambil bagian dalam unjuk rasa di Istana bersama kelompok buruh lain dan mahasiswa.

Meskipun demikian, kata Said, pihaknya tetap menggelar aksi mogok nasional di wilayah dan pabrik masing-masing seperti dua hari sebelumnya.

“Buruh aksi di lingkungan pabrik masing-masing. Tidak ada aksi ke DPR atau Istana. Karena dari awal surat pemberitahuan nya seperti itu,” katanya.

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia juga ambil bagian dalam aksi menolak pengesahan UU Cipta Kerja di Istana Negara. Mahasiswa dari 300 universitas, baik dari Jabodetabek hingga wilayah lain seperti Kalimantan, Sumatera, hingga Sulawesi akan bergabung dengan kelompok buruh.

Gelombang penolakan UU Omnibus Law Ciptaker terus berlangsung selama dua hari lalu sejak DPR mengetok palu pengesahan UU penarik investasi itu. Kelompok buruh, mahasiswa, dan organisasi masyarakat sipil di berbagai daerah turun ke jalan mendesak pemerintah membatalkan UU tersebut.

Aksi massa setidaknya telah berlangsung di sejumlah daerah, seperti Bandung, Bekasi, Tangerang, Bandar Lampung, Semarang, Yogyakarta, Makassar, dan sejumlah daerah lain.

(irw/thr/fra)

Bagikan