Follow kami di google berita

PPDB Sistem Zonasi Dikeluhkan, Wali Murid : Anak Kami Susah Dapat Sekolah

PPDB Sistem Zonasi Dikeluhkan, Kepsek SMA N 2 Berau: "Semua Sesuai Juknis"
PPDB Sistem Zonasi Dikeluhkan, Kepsek SMA N 2 Berau: "Semua Sesuai Juknis"

A-News.id, Tanjung Redeb — Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA/SMK dengan sistem online dan zonasi, banyak dikeluhkan orangtua murid. Pasalnya, beberapa mengaku mendapatkan penolakan lantaran tak masuk dalam zonasi area sekolah yang akan dituju, padahal domisili rumah jelas masuk dalam zonasi.

Seperti yang dialami salah satu orangtua murid di Teluk Bayur, yang ditolak oleh SMA N 2 Berau lantaran KK yang dimiliki beralamat diluar zonasi sekolah. Padahal, tetangga yang juga mendaftarkan di sekolah yang sama bisa diterima.

“Anak saya mendaftar di tahap dua ternyata ditolak karena berkas tidak sesuai. Dan itu bukan hanya saya, ada juga orangtua murid lainnya. Sedangkan dari keterangan pihak sekolah, memang tidak bisa ikut zonasi. Saya rasa sistem PPDB yang sekarang itu menyulitkan bagi orangtua murid,” terang Simon Siang, orangtua murid yang anaknya ditolak sistem PPDB.

Dikatakannya, sejak 2016 lalu dirinya sudah berdomosili di Jalan Kandang Muntik gang Bandung. Namun memang KK nya masih beralamat di Jalan Lamin Sungai. Sehingga ini menjadi salah satu penyebab anaknya tak bisa mendaftar di SMA N 2 Berau.

Dihubungi terpisah pada Kamis (27/6/2024) siang, Kepsek SMA N 2 Berau Kecamatan Teluk Bayur, Arina Santi menyebut jika semua proses PPDB yang dilakukan sudah sesuai juknis pusat. Yakni melalui dua tahapan, jalur berprestasi dan jalur zonasi.

“PPDB tahun ini adalah PPDB satu pintu, dikelola oleh Dinas Pendidikan Provinsi melalui cabang Dinas Pendidikan. Jadi, dalam aplikasi yang sudah ditentukan bersama itu ya dijalankan sesuai aturan,” terangnya.

Untuk tahap 1 itu adalah siswa berprestasi, perpindahan orang tua, dan penerima KIP. Untuk di tahap 2 sistem zonasi, proses itu berjalan dalam aplikasi yang sudah ditentukan. Ada zonasi Tanjung Redeb, Teluk Bayur, Gunung Tabur, dan Sambaliung.

“Jadi ketika dia mengikuti sistem zonasi dan memasukkan berkas atau data yang diminta oleh sistem, dan ternyata tidak sesuai dengan yang diminta otomatis tertolak. Jadi semuanya memang sudah terkoneksi dari pusat,” tambahnya.

Ditambahkannya, masyarakat juga sering menuding kalau seolah-olah pihak sekolah tidak memberitahu, padahal spanduk pemberitahuan hingga informasi pengumuman website sudah ada. Dan dari dinas pendidikan kabupaten juga sudah ada menjelaskan ke sekolah-sekolah.

“Kami juga siap memberikan penjelasan dan informasi kepada orangtua yang merasa ada permasalahan dalam PPDB saat ini,” tegasnya.

Sedangkan untuk sistem siswa cadangan, dikatakannya juga berlaku di semua tingkatan sekolah. Namun, itu juga hanya untuk siswa yang masuk dalam list pendaftaran sebelumnya.

“Misalnya jumlah siswa yang dibutuhkan 200 orang, kemudian nama si anak masuk di list ke 201, maka bisa saja potensi menggantikan yang lainnya yang akhirnya tidak masuk atau lolos verifikasi lanjutan,” tutupnya.

Sementara itu, salah satu orang tua yang hendak mendaftarkan anaknya di SMAN 2 Berau meminta agar Bupati Berau untuk memperbaiki sistem ini, karena anaknya hingga sekarang belum mendapatkan sekolah.

“Minta tolong kepada Bupati Berau anak kami sampai sekarang tidak dapat sekolah, di Tanjung Redeb pun kami susah cari sekolah,” tandasnya. (m)

Bagikan

Subscribe to Our Channel