JELANG DEMO MAYDAY, SEKITAR 1500 MASSA TURUN KE JALAN TUNTUT BERAU COAL TERTIBKAN PARA SUBCON AGAR PKWTT-KAN PEKERJA

ANews, Berau – Jelang Hari Buruh Internasinal yang jatuh setiap 1 Mei, beberapa serikat buruh di Kabupaten Berau akan melakukan demo di Jalan Pemuda tepatnya di Kantor PT Berau Coal, hal itu diungkapkan langsung oleh Suyadi, Ketua Serikat Buruh FBI Kabupaten Berau, Kamis (29/04/2021) malam.

Tentu banyak kalangan yang mempertanyakan mengapa demo tersebut akan digelar di PT Berau Coal, terkait hal itu Suyadi mengatakan karena sub kontraktor PT Berau Coal itu mempekerjakan para karyawannya itu menggunakan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).

“PKWT itu di pasal 59 Undang-Undang No 13 Tahun 2003 itu, kalau perkerjaan yang sifatnya permanen tidak boleh, termasuk pertambangan, terus yang di undang undang cipta kerja pun mengacunya pasal 59 jadi perkerjaan yang sifatnya sementara, musiman, itu tidak boleh di PKWT kan,” jelasnya.

Suyadi menambahkan, dirinya yakin bahwa dalam kontrak Berau Coal dengan subcon-nya harus memenuhi syarat-syarat, diantaranya tentang kewajiban mematuhi aturan undang-undang ketenagakerjaan.

“Disnakertrans sendiri kemarin melalui Pak Sony mengatakan bahwa Berau Coal itu wajib melaporkan subcon-nya, terutama yang terkait dengan para pekerjanya  dan Berau Coal sampai hari ini tidak pernah melapor,” beber Suyadi.

Pada demo nantinya Suyadi bersama para buruh yang berjumlah sekitar 1500 massa itu menuntut agar Berau Coal dapat menertibkan kontraktornya, sehingga para karyawannya di pekerjakan permanen atau PKWTT.

Terkait mediasi dirinya mengatakan, telah ada langkah yang diambil Intelkam karena melhat beberapa aspek yaitu di bulan Ramadhan dan masih dalam situasi Pandemi seperti saat ini.

Suyadi

“Bahasa kami begini, okelah kita menghargai Ramadhan, menghargai pandemic, tetapi sekarang Berau Coal itu suruh aja buat surat kepada kita, dibalaslah surat kita,” tandas Suyadi.

Suyadi berharap agar surat tersebut diberikan jawaban secara tertulis secepatnya.

Guna mengkonfirmasi pihak Berau Coal kami mencoba menghubungi Arif Hadianto, namun hingga saat ini kami belum memperoleh jawaban terkait kelanjutan surat tersebut. (Jul/Nov)

Bagikan