Follow kami di google berita

Fenomena Waterspout di Pulau Derawan Membahayakan Aktivitas Laut

A-News.id, Tanjung Redeb — Beredar video detik-detik kepanikan warga sekitar Tanjung Batu saat melihat adanya pusaran angin di atas permukaan laut Pulau Derawan, Minggu (23/6/2024) pagi. Dikonfirmasi mengenai hal ini, BMKG Berau menyebut jika pusaran angin itu bisa berbahaya.

“Fenomena yang terjadi apabila dilihat dari video tersebut, merupakan angin dengan bentuk kolumnar yang kuat, dan berada di atas permukaan air atau dikenal sebagai waterspout. Dan itu membahayakan untuk aktivitas di lautan terutama kapal nelayan, speedboat atau kegiatan nelayan bagan,” terang Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, saat dikonfirmasi hal ini.

Dikatakannya pula, fenomena Waterspout itu kalau kejadiannya di darat, dikenal dengan puting beliung. Untuk Waterspout sendiri, biasanya terhubung dengan beberapa awan, seperti cumulus congestus, kumuliform, dan kumulonimbus.

“Secara umum, waterspout memiliki karakter kejadiannya bersifat lokal, terjadi dalam periode waktu yang singkat, umumnya sekitar kurang lebih 10 menit, dan lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari,” tambahnya.

Bersifat lokal maksudnya adalah baik areanya puluhan meter maupun waktunya. Dan mendeteksinya secara visual dengan melihat pertumbuhan awan Cumulus menjadi cumulonimbus yang berwarna abu-abu kehitaman.

“BMKG memberikan peringatan dini potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas lebat, disertai angin kencang dan petir pada jam 10.00 WITA pagi tadi. Dan informasi ini dishare di grup Info cuaca Berau dan info cuaca maritim Berau secara berkala,” tutupnya.

BMKG juga mengimbau ketika ada kejadian fenomena cuaca esktrem (Waterspout) tersebut, masyarakat diminta untuk berhati-hati dengan tidak mendekati area kejadian fenomena tersebut, dan mencari tempat untuk berlindung guna menghindari resiko yang lebih buruk.(yf/adv)

Bagikan

Subscribe to Our Channel